Apakah BUKA Akan Bagi Dividen? Ini Kata Presiden Bukalapak

JAKARTA, - Pembagian dividen menjadi sesuatu yang dinanti oleh pelaku pasar. Dividen seringkali menjadi pemanis bagi pemegang saham khususnya kalangan ritel.

Presiden PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Teddy Oetomo buka suara terkait rencana pembagian dividen BUKA ke depan.

Teddy mengatakan, untuk dapat membagikan dividen, perusahaan harus berkinerja positif terlebih dulu.

Saat ini BUKA sedang berfokus untuk memperbaiki kinerja finansial. Sebab, untuk membagikan dividen, suatu unicorn harus mencetak laba bersih yang positif beberapa kali.

Belum Lama Melantai di BEI, Saham Bukalapak Masuk LQ45

“Jika nya positif, baru diperkenankan membagi dividen. Saat ini kami mencoba untuk men-deliver perfoma terbaik supaya bisa cepat membagikan dividen,” terang Teddy saat menjawab pertanyaan saat audiensi bersama media, Kamis (14/10).

Mengutip laporan keuangan, kinerja BUKA memang sudah menunjukkan perbaikan. Unicorn yang listing di BEI pada Agustus 2021 ini membukukan pendapatan bersih senilai Rp 863,62 miliar pada semester pertama 2021. Jumlah ini naik 37 persen dari pendapatan BUKA di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 641,28 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.Daftarkan email

(TPV) Bukalapak selama kuartal kedua 2021 tumbuh sebesar 56 persen menjadi Rp 29,4 triliun. Sementara TPV pada semester pertama 2021 tumbuh 54 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya menjadi Rp 56,7 triliun

Pertumbuhan TPV Bukalapak didukung oleh kenaikan jumlah transaksi sebesar 15 persen dan kenaikan sebesar 34 persen pada (ATV) secara (yoy). Mitra Bukalapak merupakan penggerak utama pertumbuhan.

TPV Mitra pada kuartal kedua 2021 meningkat sebesar 237 persen menjadi Rp 14,2 triliun. Sementara di semester pertama 2021, TPV Mitra naik 227 persen menjadi Rp 23,9 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Bukalapak Masih Rugi pada Semester I-2021

Teddy mengatakan, jumlah mitra yang telah terdaftar BUKA saat ini mencapai lebih dari 8 juta mitra. Dalam hal ini, kebanyakan pertambahan mitra UMKM berasal dari pertumbuhan organik.

“Karena mitra kami bergabung setelah melihat tetangganya yang sudah sukses menjadi Mitra sebelumnya. Mereka sendiri yang sign up (mendaftar). Tugas kami adalah bagaimana caranya mereka yang sudah mendaftar bisa ikut bertumbuh, bukan hanya sekadar bergabung,” sambung Teddy.

Ke depan, pertumbuhan Mitra Bukalapak menjadi ladang basah bagi BUKA untuk bertumbuh. Sebab, saat ini jumlah UMKM di Indonesia ditaksir mencapai 64 juta unit.(Akhmad Suryahadi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Source :
money.kompas.com