Berita Populer: Tantangan Go-Jek di Malaysia hingga Canggihnya CCTV Bandara AP II

8 days ago
Posted by news
105 views
Berita Populer: Tantangan Go-Jek di Malaysia hingga Canggihnya CCTV Bandara AP II


1. Tantangan yang Dihadapi Go-Jek di Malaysia

Go-Jek memang sudah besar di Indonesia. Namun, bagaimana peluang perusahaan ride-hailing ini membonceng peruntungan di negara tetangga, Malaysia?

”Peluang Go-Jek masih terbuka lebar untuk menyediakan layanan Go-ride di pinggiran kota-kota besar atau pedalaman di Malaysia,” ujar pengamat Keuangan dan Investasi, Roy Sembel, dalam keterangan tertulis, Minggu (5/8/2018).

Namun, potensi itu sepertinya bakal menghadapi sejumlah tantangan. Terlebih, Pemerintah Malaysia melalui melalui Menteri Transportasi Anthony Loke Siew Fook memastikan, pemerintah tidak berencana memperkenalkan layanan ride-hailing alat transportasi roda dua. Hal itu dia ungkapkan di hadapan parlemen Malaysia.

Baca selengkapnya:Tantangan yang Dihadapi Go-Jek di Malaysia

2. Canggihnya CCTV Bandara AP II, Mampu Deteksi Gerakan hingga Kenali Wajah

Angkasa Pura II dalam beberapa tahun terakhir membenahi sistem keamanan mereka. Salah satu kunci yang membantu pengawasan keamanan adalah CCTV.

Kamera pengawas yang dipasang tidak sembarangan. Sistemnya di-upgrade dengan teknologi canggih yang dilengkapi sensor. Sistem tersebut mampu mendeteksi benda bergerak dan juga aktivitas di bandara dengan sensornya.

"Dengan sensor, itu manusia atau kucing kitaa tahu, orang berkelahi atau gerak biasa kita tahu bedanya dan ada control room. Dibikin digital system semuanya," ujar Komisaris Utama AP II Rhenald Kasali kepada Kompas.com, Minggu (5/8/2018).

"Dibikin sistem CCTV yang bisa mendeteksi sampai ke rahang muka orang. Jadi kalay orang operasi plastik tetap ketahuan itu siapa," lanjut dia.

Baca selengkapnya: Canggihnya CCTV Bandara AP II, Mampu Deteksi Gerakan hingga Kenali Wajah

3. Setelah Blok Rokan, Pertamina Incar Blok Corridor

PT Pertamina semakin agresif mendapatkan hak partisipasi di blok-blok migas besar di Indonesia terutama blok-blok habis kontrak (blok terminasi).

Setelah mendapatkan Blok Mahakam yang sempat menjadi produsen terbesar gas Indonesia, Pertamina pada pekan lalu juga baru saja mendapatkan penugasan untuk mengelola Blok Rokan yang menjadi produsen minyak terbesar nomor dua di Indonesia saat ini.

Tidak puas sampai di situ, Pertamina kembali melirik Blok Corridor yang tercatat sebagai penyumbang produksi gas ketiga terbesar di Indonesia. Blok Corridor yang akan dioperatori oleh Conocophillips ini akan habis kontraknya pada tahun 2023 mendatang.

Namun Pertamina masih malu-malu mengaku minatnya terhadap Blok Corridor. Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam masih bekilah terkait rencana Pertamina di Blok Corridor. "Ditunggu saja ya," kata Alam ke Kontan pada Jumat (3/8/2018).

Baca selengkapnya: Setelah Blok Rokan, Pertamina Incar Blok Corridor

4. Terlibat Korupsi, Ratusan ASN Diblokir Data Kepegawaiannya

Badan Kepegawaian Negara ( BKN) memblokir 307 data kepegawaian Aparatur Sipil Negara ( ASN) yang tersangkut kasus tindak pidana korupsi dan telah mendapat keputusan hukuman tetap atau inkracht dan belum diberhentikan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) instansinya.

Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendallian Kepegawaian BKN I Nyoman Arsa mengatakan, keputusan itu diambil untuk mengurangi kerugian negara karena tetap membayar gaji ASN yang tersandung kasus korupsi.

“Kita masih cek instansi mana saja dan Kerugian negara dari ini belum bisa disampaikan karena yang berhak ini adalah auditor keuangan. Data ini dimbil hingga akhir Juli 2018,” ujar Nyoman di kantornya, Jakarta, Senin (6/8/2018).

Menurut Nyoman, ASN yang dijatuhi hukuman penjara karena melakukan tindak pidana korupsi harus diberhentikan tidak dengan hormat terhitung mulai akhir bulan sejak putusan pengadilan atas perkaranya yang telah inkracht.

Baca selengkapnya: Terlibat Korupsi, Ratusan ASN Diblokir Data Kepegawaiannya

5. Kuartal II 2018, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,27 Persen

Badan Pusat Statistik ( BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2018 sebesar 5,27 persen. Angka tersebut tumbuh lebih tinggi daripada kuartal I 2018 sebesar 5,06 persen.

Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2018 juga masih lebih tinggi dibandingkan pada kuartal II 2017 yang sebesar 5,01 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi semester I 2018 tumbuh 5,17 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2018 terhadap perode yang sama tahun lalu didorong oleh semua lapangan usaha.

"Pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha jasa lainnya yang tumbuh 9,22 persen," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (6/8/2018).

Baca selengkapnya: Kuartal II 2018, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,27 Persen

Source :
ekonomi.kompas.com