Bisnis Kura-kura Darat, Hobi yang Bawa Untung (1)

Bisnis Kura-kura Darat, Hobi yang Bawa Untung (1)

JAKARTA, - Hobi bawa untung. Barangkali kalimat pendek itu bisa mewakili bisnis pria asal Bekasi, Jawa Barat, Triajie Wahyu El Haq (28).

Sejak 2014 lalu, ia mulai tercebur dalam dunia tempurung alias pemeliharaan kura-kura. Hobinya itu muncul setelah ia kenyang memelihara hewan reptil lainnya sejak 2010.

Namun tak disangka, kecintaannya kepada hewan bertempurung itu justru menghasilkan pundi-pundi rupiah yang lumayan.

Sebab, menurutnya, kura-kura punya banyak peminat, mulai dari pemelihara biasa, hingga penggila kontes kura-kura.

Berawal dari Hobi, Sanjung Raih Omzet hingga Puluhan Juta Rupiah

"Awalnya cuma iseng, karena perawatannya enggak terlalu repot dibanding jenis hewan lain. Beli kecil, relatif murah," kata dia saat berbincang dengan Kompas.com di Bekasi, Selasa (18/6/2019).

"Tapi dijual pas besar, relatif mahal. Kalau makan enggak terlalu banyak. Ongkos pemeliharaan jadi enggak boros," sambungnya.

Aji memelihara dan menjual berbagai jenis kura-kura mulai kura-kura air maupun darat. Namun kura-kura yang punya nilai jual tinggi, yakni kura-kura darat.

Kura-kura darat yang sudah dijual yakni Sulcata Tort, Cherry Head Tort, dan Red Footed Tort.

Sackai Bags, dari Hobi Menjadi Bisnis

Aji membeli kura-kura darat tersebut dari dari pemasok dengan ukuran kecil untuk dipelihara hingga cukup dewasa.

Untuk harga beli ukuran baby, Sulcata Tort Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per ekor. Setelah 5-6 tahun, harga jualnya mencapai Rp 7 juta sampai Rp 15 juta per ekor.

Untuk harga beli ukuran baby jenis Cherry Head Tort Rp 1,3 juta sampai Rp 2 juta per ekor, setelah 4-5 tahun jadi Rp 8 juta hingga Rp 10 juta per ekor.

Sedangkan jenis Red Footed Tort, harga baby Rp 1,2 juta sampai Rp 1,7 juta per ekoe. Setelah 4-5 tahun harganya jadi Rp 7 juta sampai Rp 8 juta per ekor.

Hobi yang Menghasilkan Uang

Meski begitu, harga di atas tidak bisa jadi patokan. Sebab kura-kura yang dijual bisa laku lebih mahal bila hewan tersebut punya kondisi yang bagus. Mulai dari warna hingga ukurannya

Bagi Aji, memelihara kura-kura sudah seperti investasi. Bapak satu anak ini sadar betul risiko memelihara hewan yang cukup mahal itu.

Di satu sisi, memelihara kura-kura bisa untung besar, namun di sisi lain bisa juga rugi. Hal ini tak lepas karena kura-kura juga makhluk hidup yang bisa sakit dan mati sebelum terjual.

Meski sadar dengan risikonya, kata dia, memelihara kura-kura punya kesenangan tersendiri yang tidak bisa dinilai dengan materi berapapun.

Source :
money.kompas.com