IHSG Ditutup Menguat, Bagaimana dengan Rupiah?

JAKARTA, – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/3/2022). IHSG bergerak fluktuatif di awal sesi perdagangan, namun berbalik menguat di sesi ke dua.

IHSG ditutup naik 59,56 poin (0,87 persen) pada 6.924. Asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 184 miliar pada perdagangan hari ini.

Dilansir dari RTI, terdapat 298 saham yang hijau, 217 saham merah, dan 164 saham lainnya stagnan. Jumlah transaksi seharian ini mencapai Rp 16,8 triliun dengan volume 23,6 miliar saham.

IHSG Bakal Lanjut Menguat? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Saham Aneka Tambang (ANTM) mencatatkan transaksi tertinggi hari ini Rp 1,3 triliun dengan volume 107,9 juta saham. ANTM juga mencatatkan asing tertinggi sebesar Rp 207,3 miliar. Saham ANTM ambles 3,02 persen di level Rp 2.570 per saham.

asing tertinggi juga dicatatkan oleh Astra International (ASII) sebesar Rp 126,8 miliar. ASII selama sesi II perdagangan terkoreksi 0,7 persen di level Rp 6.250 per saham. ASII mecatatkan total transaksi Rp 351,6 miliar dengan volume 56,6 juta saham.

Kemudian, Vale Indonesia (INCO) juga mencatatkan aksi beli bersih asing tertinggi sebesar Rp 116,8 miliar. Saham INCO menguat di level Rp 6.225 per saham atau naik 2,8 persen. Adapun volume perdagangan INCO mencapai 46,8 juta saham dengan total transaksi Rp 288 miliar.

IHSG Naik Tipis di Sesi I, Asing Koleksi ANTM, INCO, dan ASII

Saham yang menopang indeks dipimpin oleh Semen Indonesia (SMGR) melesat 8,1 persen di level Rp 6.950 per saham. Dilanjutkan oleh Ace Hardware (ACES) yang meroket 6,2 persen di level Rp 1.110 per saham, dan Elang Mahkota Teknologi (EMTK) yang menguat 5,9 persen di level Rp 2.150 per saham.

Saham – saham yang menahan indeks hari ini antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) yang ambles 6,8 persen di level Rp 1.440 per saham. Kemudian, Merdeka Copper Gold (MDKA) juga merosot 4,5 persen di level Rp 4.390 per saham. Sementara itu, Harum Energy (HRUM) melemah 4,4 persen di posisi Rp 11.400 per saham.

Skenario Terburuk Harga Minyak Dunia Tembus 240 Dollar AS, Bisa Sebabkan Resesi Global

Source :
money.kompas.com