Kekhawatiran terhadap Pasokan Dongkrak Harga Minyak Dunia

7 days ago
Posted by news
124 views
Kekhawatiran terhadap Pasokan Dongkrak Harga Minyak Dunia


NEW YORK, - Pada perdagangan Senin, (6/7/2018) waktu setempat, harga minyak mencapai rekor tertingginya dalam satu minggu belakangan selepas pemangkasan produksi Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran terkait suplai minyak dunia yang mengetat.

Dikutip dari , harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September meningkat 0,52 dollar AS menjadi 69,01 dollar AS per barrel pada perdagangan New York Merchantile Exchange.

Volume yang diperdagangkan mencapai 38 persen, di bawah rata-rata perdagangan 100 hari belakangan.

Sementara Brent untuk pengiriman Oktober meningkat 0,54 dollar AS menjadi 73,75 dollar AS per barrel pada bursa ICE Futures Europe di London.

PLN Akan Aliri Listrik Lima Kilang Minyak Pertamina

Harga minyak berjangka di New York meningkat 0,8 persen pada hari Senin ini. Produsen terbesar OPEC, Arab Saudi, sempat menekan output produksi bulan lalu, meskipun Menteri Energi Khalid al Falih berjanji untuk menmabah 1 juta barrel untuk menambal kekekurangan suplai pasokan. Terjadinya pemogokan buruh di Laut Utara turut memicu kekhawatiran mengenai masalah tambahan pasokan.

Adapun minyak mentah acuan AS belum pulih dari kemunduran yang di alami pada bulan Juli lantaran ketegangan perdagangan antara China dan AS.

Dollar AS yang menguat pun turut mengikis reli dari minyak mentah. Per Senin ini, indeks spot dollar Bloomberg meningkat 0,3 persen.

Adapun realisasi produksi Arab Saudi pada bulan Juli 2018 ini mencapai 10,3 barrel per hari. Realisasi ini turun dari hasil produksi bulan lalu yang mencapai 10,489 juta barrel per hari.

Pemerintah Trump, di sisi lain saat ini kembali menerapkan sanksi terhadap Iran dan berencana untuk memberikan hukuman yang lebih berat terkait penjualan minyak Iran pada November mendatang. Presiden Iran Hassan Rouhani pun mengatakan dalam sebuah pidato di televisi, pihaknya terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan AS, tetapi tidak di bawah tekanan sanksi.

Source :
ekonomi.kompas.com