Mulai Rp 150.000, Milenial Bisa Menabung dalam Mata Uang Asing

14 days ago
Posted by news
170 views
Mulai Rp 150.000, Milenial Bisa Menabung dalam Mata Uang Asing


BANDUNG, - Aplikasi perbankan digital Jenius milik PT Bank BTPN Tbk meluncurkan fitur FCY atau . Fitur ini memudahkan nasabahnya, khususnya generasi milenial, menabung dan bertransaksi dalam mata uang asing.

Digital Banking Business Product Head BTPN Waasi B Sumintardja menjelaskan, sebanyak 41 persen nasabah Jenius sudah bertransaksi dengan mata uang asing. Hal ini yang mendasari Jenius menghadirkan fitur saldo mata uang asing tersebut.

"41 persen nasabah Jenius sudah transaksi dengan mata uang asing. Mereka ke luar negeri transaksinya pakai valas, pakai Jenius-nya," kata Waasi dalam temu media di Bandung, Jumat (28/6/2019).

Gampang, Begini Cara Isi Saldo Rekening Jenius

Dalam fitur ini, Jenius menghadirkan tiga mata uang, yakni dollar AS, dollar Singapura, dan yen Jepang. Layanan tersebut telah hadir sejak 23 Mei 2019.

Dengan menggunakan kartu utama atau m-Card, pengguna Jenius dapat mengaktifkan saldo mata uang asing tersebut. Setelah mengaktifkan, pengguna Jenius bisa transaksi jual dan beli mata uang asing dengan rupiah dan sebaliknya melalui aplikasi.

"Pengguna juga bisa menentukan salah satu saldo tang akan dihubungkan ke m-Card serta menikmati kemudahan transaksi di luar negeri," ungkap Waasi.

Pengguna Jenius bisa membeli mulai dari 10 dollar Singapura, 10 dollar Singapura, dan 1.000 yen Jepang atau setara sekira hampir Rp 150.000 sebagai setoran awal. Kemudian, setoran selanjutnya adalah mulai dari 1 dollar AS, 1 dollar Singapura, dan 1 yen Jepang.

Mudah, Ini Cara Daftar Rekening Jenius Lewat Ponsel

Waasi menjelaskan, layanan ini pun memberikan kenyamanan bagi pengguna, yakni risiko selisih kurs. Dengan begitu, transaksi tidak dibuat cemas dengan adanya gejolak kurs.

"Dengan layanan terbaru ini, nasabah dapat mengantisipasi kebutuhan transaksi di masa mendatang dengn menyimpan saldo mata uang asing di dalam rekening Jenius miliknya," terang Waasi.

Source :
money.kompas.com