Ubah Barang Branded dari Gengsi Jadi Investasi

JAKARTA, – Kita sering melihat orang rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit demi membeli barang-barang dengan merek ternama. Mungkin beberapa orang akan beranggapan bahwa hal tersebut hanya membuang-buang uang demi sebuah gengsi.

Pola pikir ini dibenarkan oleh Rista Zwestika R, S.Sos., AWP, CFP®, perencana keuangan Finansialku.

Menurut dia, barang atau barang mewah digunakan untuk membuat seseorang dianggap memiliki harga diri yang lebih baik.

Pilihan Investasi dengan Modal Rp 10.000

“Bicara barang atau barang mewah sudah pasti ada pro dan kontranya. Ada yang beranggapan bahwa barang mewah atau merupakan manifestasi gengsi saja dan sebagai alat pembuktian ke lingkungan pergaulan,” ujarnya.

Namun selain itu, barang atau barang mewah juga bisa digunakan sebagai investasi. Barang-barang tersebut bisa dijadikan investasi karena memiliki nilai yang tinggi.

Menurut Rista ada beberapa faktor yang memengaruhi nilai barang atau barang mewah sehingga nilainya bisa cukup tinggi, di antaranya:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.Daftarkan email

1. Produk terbatas (limited)

Perusahaan yang memproduksi barang umumnya hanya mengeluarkan produk mereka dengan jumlah yang sedikit dan bisa jadi berbeda di setiap negara. Sehingga, banyak orang melakukan segala cara untuk mendapatkannya.

2. Kualitas produk yang baik

Proses produksi barang branded atau barang mewah umumnya lebih kompleks dari produksi rumahan atau garmen. Pemilihan bahan barang-barang tersebut juga dipilih berdasarkan kualitas terbaik.

Source :
money.kompas.com