Dikira Flu, Anak Ini Ternyata Idap Kanker Otak Langka

1 month ago
Posted by news
28 views
Dikira Flu, Anak Ini Ternyata Idap Kanker Otak Langka



Jakarta - Pasangan suami istri, Chad dan Alexandra dari Naperville, Amerika Serikat harus memperjuangkan keselamatan buah hati mereka yang baru berusia 14 bulan setelah didiagnosis mengidap kanker otak yang cukup langka.

Untuk mendapatkan anaknya, Holden Mullen, Chad dan Alexandra harus berjuang melalui program bayi tabung selama bertahun-tahun. Namun sebelum ulang tahun pertamanya, tiba-tiba keadaan Holden menurun disertai dengan muntah.

"Itu sangat mengejutkan, tetapi kami pikir dia pasti terkena flu, kutu atau semacam itu," kata Chad seperti dikutip dari .

Tapi kemudian tanda-tanda lain mulai muncul, Holden hilang keseimbangan, matanya melayang ke arah kanan, dan kepalanya miring ke satu sisi saja. Tak terduga, dalam waktu satu bulan ukuran kepala Holden membesar tidak normal.


Dokter anak setempat akhirnya menyarankan Chan dan Alexandra untuk melakukan USG. Ternyata yang didapat adalah tumor sebesar bola golf berada di bagian bawah tengkoraknya.

"Dalam satu jam, kami mendapat berita bahwa ia memiliki tumor besar di fossa posterior otaknya," tutur Chad.

Tumor seperti itu dikenal sebagai tumor rhabdoid teratoid atipikal (AT/RT), yaitu tumor langka yang biasanya didiagnosis pada masa kanak-kanak. Lebih parahnya lagi, tumor itu bersifat kanker.

"Ini bukan sembarang kanker, kanker ini sangat jarang, hanya terjadi pada 30 anak per tahun di AS," kata sang ibu.


Dikutip dari , anak-anak yang didiagnosis tumor itu di atas tiga tahun tingkat kelangsungan hidupnya sekitar 70-80 persen. Namun jika terdiagnosis di bawah tiga tahun hanya berkisar pada 10 persen.

Dengan menggunakan tikus laboratorium, para peneliti menggunakan satu partikel virus per sepuluh sel untuk mengecilkan tumor atau membuatnya menghilang sepenuhnya.

Tumor Holden pun akhirnya bisa hilang dan dia kemudian harus menjalani operasi lagi untuk memasukkan shunt atau katup satu arah untuk mengalirkan kelebihan cairan serebrospinal dari otaknya.

Perjuangan belum berakhir, setelah operasi Holden harus menjalani kemoterapi dosis tinggi selama 12 bulan, radiasi proton, dan transplantasi sel induk.




(wdw/up)








Source :
health.detik.com