Polda Jawa Timur Serahkan 7 Anak dari Terduga Teroris kepada Kementerian Sosial

2 months ago
Posted by news
24 views
Polda Jawa Timur Serahkan 7 Anak dari Terduga Teroris kepada Kementerian Sosial


Tujuh anak yang sebelumnya menjalani perawatan dan pendampingan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, diserahkan kepada Negara melalui Kementerian Sosial, di lobi utama Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Selasa (12/6/2018). Mereka adalah anak-anak dari orang tua terduga teroris yang diamankan saat penggerebekan dan yang dilibatkan orang tuanya dalam aksi teror.

Ke-7 anak tersebut adalah tiga anak remaja yang diamankan saat penggerebekan di rusun Wonocolo di Sidoarjo, seorang anak yang berhasil selamat saat serangan bom di Mapolrestabes Surabaya, dan tiga anak terduga teroris yang berhasil ditangkap dalam penggerebekan di Manukan, Surabaya.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Machfud Arifin mengatakan, Kementerian Sosial dapat memberikan–hal-hal baik yang dibutuhkan anak-anak itu sehingga dapat tumbuh dan berkembang Dengan semestinya.

“Saya rasa negara akan memberikan yang terbaik untuk pelayanan terhadap anak-anak ini, baik segi mentalnya, mungkin juga nanti kalau misalnya dia nyaman mau sekolah ya disiapkan, tentang pengetahuan agama, segalanyalah, pasti diberikan yang terbaik. Di Kepolisian mungkin kurang komplit, di Rumah Sakit Bhayangkara mungkin merasa terkungkung, tapi mungkin di tempat Kementerian Sosial akan lebih baik . Rumah aman dan nyaman itu akan lebih baik,” kata Arifin.

Baca juga: Pemerintah Perlu Berantas Ajaran Ekstremisme di Sekolah dan Masjid

Selama kurang lebih satu bulan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, 7 anak ini telah mendapatkan layanan medis yang dibutuhkan, serta pendampingan pelayanan psiko sosial, untuk memulihkan kondisi mental dan jasmani mereka.

Direktur Rehabilitasi Sosial Anak, Kementerian Sosial, Nahar mengungkapkan, tujuh anak ini akan ditempatkan di fasilitas rehabilitasi sosial anak yang dimiliki Kementerian Sosial, untuk menjalani pendidikan, konseling, rehabilitasi sosial dan pendampingan sosial, hingga siap kembali ke masyarakat.

“Semua kita dalami, jadi assessment itu akan berhubungan dengan diri si anak, keluarganya dan lingkungannya, tidak hanya orang terdekat, lingkungannya. Di tiga pilar inilah yang akan kita dalami karena nanti ujungnya adalah reintegrasi, reintegrasi itu terutama ke keluarga, kalau keluarga kan reunifikasi dengan keluarga, dan reintegrasi dengan lingkungannya. Jadi proses tahapan rehabilitasi sosial itu nanti ujungnya ke reunifikasi dan reintegrasi,” ujar Nahar.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, pihaknya akan ikut memantau kondisi anak-anak dari para tersangka teroris itu, selama mereka menjalani rehabilitasi dan pendampingan oleh Kementerian Sosial.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (baju putih) berbincang dengan Kementerian Sosial sebelum acara penyerahan di Surabaya, Selasa 12/6. (Foto: VOA/Petrus Riski)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (baju putih) berbincang dengan Kementerian Sosial sebelum acara penyerahan di Surabaya, Selasa 12/6. (Foto: VOA/Petrus Riski)

“Ya nanti kita lihat perkembangannya, karena kan menyangkut juga keamanan anak-anak ini. Neneknya masih ada, nenek-neneknya masih ada, itu tadi yang pakai (masker) itu nenek-neneknya. Kalau bisa ya kembali ke keluarganya,” tukas Risma.

Risma berharap, anak-anak yang dikorbankan orang tuannya ini dapat kembali hidup normal, dan kembali bersekolah untuk meraih masa depannyang lebih baik.

“Ya saya ingin mereka tumbuh normal, tadi saya sampaikan kalau banyak teman, banyak saudara, itu senang karena bisa bermain, kemudian bisa belajar bersama-sama. Mereka mulai, ya betul, katanya, ingin sekolah mereka,” pungkasnya. [pr/ab]

No media source currently available

0:000:02:47
Source :
www.voaindonesia.com