Presiden Jokowi Ajak Perempuan Indonesia Menjadi “Ibu Bangsa”

1 month ago
Posted by news
11 views
Presiden Jokowi Ajak Perempuan Indonesia Menjadi “Ibu Bangsa”


Presiden Joko Widodo Jumat (14/9) sore di Yogyakarta mengajak perempuan Indonesia menjadi “Ibu Bangsa” yang bisa menjaga moral keluarga dan masyarakat, dan sepakat menolak sebutan emak-emak untuk perempuan Indonesia.

Jumat sore (14/9) di tenda Balkondes yang dibangun di hotel Inna Malioboro, di depan peserta pertemuan perempuan Indonesia dan dunia, Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar dan memiliki potensi luar biasa termasuk para perempuan yang memiliki prestasi besar. Presiden menyebut nama sejumlah perempuan peraih medali pada Asian Games ke-18, para menteri di kabinet hingga Butet Manurung yang mengajar baca-tulis anak-anak di tengah hutan dan Rini Sugiyanto, animator Indonesia yang sukses di Hollywood.

Secara terang-terangan Jokowi menghindari menyebut “emak-emak” yang bermakna mengecilkan peran perempuan Indonesia, dan mengajak menggunakan terminologi “Ibu Bangsa”.

“Inilah yang saya maksudkan sebagai 'Ibu Bangsa'. Yang mendidik anak-anak kita sebagai penerus bangsa. Yang memperbaiki mentalitas bangsa ini, yang menjaga moral keluarga dan masyarakat, yang menjaga alam untuk anak-cucunya. Yang menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat...Ibu Bangsa, jadilah Ibu Bangsa, wahai perempuan Indonesia,” kata Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo mengajak perempuan Indonesia menjadi “ibu bangsa” dalam pertemuan seribu organisasi perempuan di Yogyakarta, Jumat, 15 September 2018. (Foto courtesy : Setpres RI)
Presiden Joko Widodo mengajak perempuan Indonesia menjadi “ibu bangsa” dalam pertemuan seribu organisasi perempuan di Yogyakarta, Jumat, 15 September 2018. (Foto courtesy : Setpres RI)

Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, Kowani berhasil untuk pertama kalinya menyelenggarakan pertemuan seribu organisasi perempuan Indonesia dan tuan rumah sidang umum ke-35 International Council Of Women (ICW).

Pertemuan diselenggarakan di Yogyakarta di mana kongres perempuan pertama para pejuang kemerdekaan 22 -25 Desember 1928 berlangsung dan melahirkan Kowani. Giwo mengatakan konsep peran Ibu Bangsa sudah diperkenalkan sejak era perjuangan perempuan sebelum kemerdekaan.

“Peran ibu bangsa adalah suatu kehormatan berupa tugas mempersiapkan generasi muda yang berkarakter unggul, berdaya saing, inovatif, kreatif, serta memiliki wawasan kebangsaan yang militan. Dan kami tidak mau, perempuan Indonesia yang telah memiliki konsep Ibu Bangsa sejak sebelum kemerdekaan jika disebut ....emak-emak,” jelas Giwo Rubianto.

Kowani, menurut Giwo, kini kemballi menggulirkan konsep Ibu Bangsa.“Konsep Ibu Bangsa itu sebenarnya pada tahun 1935 itu sudah digulirkan, perempuan wajib menjadi ibu bangsa. Sembilan-puluh tahun lewat, jangan sampai pudar....lama tidak terdengar kita gulirkan lagi, mensosialisasikan konep Ibu Bangsa. Kita deklarasikan kita anti narkoba, anti korupsi dan anti radikalisme dan anti kekerasan. Hadirin sepakat bahwa harkat martabat perempuan ditingkatkan, bahwa kita mempunyai peran penting idalam pembangunan menuju Indonesia Jaya,” imbuhnya.

Presiden ICW, Jun Sook Kim yang kembali terpilih untuk periode tiga tahun berikutnya mengajak perempuan bersinergi mencapai tujuan bersama meningkatkan peran perempuan.

“Mari kita bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Saya terkesan dengan cara Kowani dan pemerintah Indonesia dalam menangani persoalan terkait gender. Menurut saya, suara perempuan Indonesia didengar dengan baik,” kata Jun Sook Kim.

Hari Sabtu (15/9), sidang umum ICW dilanjutkan dengan serangkaian pertemuan pleno, sedangkan pertemuan seribu organisasi perempuan Indonesia ditutup Jumat malam. [ms/em]

Source :
www.voaindonesia.com