Menlu: RI Tawarkan Bantuan di Rakhine

JAKARTA -- Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan, Indonesia terus melakukan upaya diplomasi untuk menyelesaikan kasus di Rakhine State, Myanmar.

"Kami terus menyampaikan kepada Pemerintah Myanmar untuk melindungi kelompok minoritas di Myanmar, termasuk suku Rohingya. Kami juga menyampaikan kepada Myanmar pentingnya pembangunan inklusif, perlindungan HAM bagi semua orang, termasuk suku Rohingya," kata Retno dalam pidato awal tahun Kementrian Luar Negeri, Selasa, (10/1).

Indonesia juga terus menawarkan bantuan kepada Myanmar untuk menyelesaikan kasus di Rakhine State. "Selain itu, kami juga memberikan bantuan jangka menengah dan jangka panjang kepada Myanmar."

Di Myanmar, terang Retno, ia juga bertemu dengan Aung San Suu Kyi. Selain itu, juga bertemu mantan sekjen PBB Kofi Annan membicara upaya penyelesaian konflik di Myanmar menyangkut suku Rohingya.

"Kami mengadakan pertemuan di berbagai kota membahas penyelesaian konflik di Rakhine State, seperti di Yangon, juga Dhaka (Bangladesh—Red)," ujarnya.

"Kami selalu memakai diplomasi untuk kemanusiaan. Ini dilakukan secara konstruktif tanpa perlu adanya kegaduhan sebab aksi berbicara lebih keras daripada hanya mengucap kata-kata," ujarnya.

Tingkatkan penjagaan
Retno juga mengatakan, Indonesia terus menekankan pentingnya bagi setiap negara untuk menjaga wilayah perairannya. Sebab, penculikan WNI di perairan Malaysia masih kerap terjadi.

"Untuk mencegah penculikan terus terjadi Indonesia melakukan pertemuan dengan Malaysia dan Filipina. Dalam pertemuan itu, kami menekankan agar masing-masing negara meningkatkan penjagaan wilayah perairannya masing-masing," katanya.

Dalam pertemuan itu juga ditekankan pentingnya meningkatkan penjagaan dan keamanan perairan di Sulu dan Sabah sebab kelompok teror Abu Sayyaf masih suka beraksi. "Kami juga melakukan patroli bersama untuk meningkatkan perairan di wilayah tersebut."

Indonesia, terang Retno, selama ini telah membebaskan 25 WNI yang ditangkap oleh Abu Sayyaf. Memang masih ada sodara kita yang harus dibebaskan di Filipina selatan.

"Kami tak akan tinggal diam. Kami akan melakukan apa pun untuk membebaskan saudara kita yang masih disandera," ujarnya.

Indonesia terus berusaha membebaskan para sandera, termasuk berhasil membebaskan empat WNI yang disandera oleh perompak Somalia. Mereka telah dipulangkan dan dikembalikan ke keluarganya masing-masing pada Oktober lalu. rep: Dyah Ratna Meta Novia, ed: Yeyen Rostiyani

Source :
www.republika.co.id