Pelatih Top Butuh Biaya

JAKARTA -- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) merencanakan perekrutan pelatih kelas dunia untuk melatih timnas Indonesia. Terkait rencana itu, pemerintah diwanti-wanti menyiapkan dana yang tak sedikit.

"Pelatih yang punya banyak pengalaman di Eropa pasti mahal. Kita harus membayar banyak untuk ilmu dan pengalaman yang ia miliki," kata pengamat sepak bola kawakan Rayana Djakasurya kepada Republika, Senin (9/1). Untuk itu, kata Rayana, PSSI harus menyiapkan uang banyak agar rencana tersebut bisa terlaksana.

Rayana menyatakan, mendukung langkah PSSI ini untuk mendatangkan pelatih asing berkualitas. Pengamat yang kerap tampil mengomentari Seri A ini menilai, untuk melatih Tim Garuda, memang belum ada pelatih lokal yang memiliki kapasitas yang diharapkan.

Ia melihat, di Indonesia memang banyak mantan pemain timnas yang beberapa di antaranya sudah menjadi pelatih. Namun, menurut dia, hal itu belumlah cukup. "Sebaiknya memang pelatih lokal, tapi sekarang belum ada yang memenuhi kriteria. Langkah PSSI ingin mendatangkan pelatih asing ini tepat," ucap Rayana.

Ia mengingatkan, wacana mendatangkan pelatih asing berpengalaman dari Eropa bukanlah hal baru buat PSSI. Ketika PSSI masih diketuai Nurdin Halid, mereka juga berniat mendatangkan bekas pelatih AC Milan berkebangsaan Turki, Fatih Terim, pada 2010 lalu.

Ketika itu, langkah mendatangkan Terim langsung dibantu oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng yang langsung datang ke Turki menemui Terim. Namun, saat itu tidak terjadi kesepakatan dengan Terim. Menurut Rayana, kerja sama dengan mantan pelatih timnas Turki itu batal karena terkendala gaji yang sangat mahal.

Rayana juga menyentil kasus Alfred Riedl yang gajinya pernah macet dari PSSI pada 2013 lalu. Gaji Riedl saat itu sekitar Rp 110 juta per bulan. "Saya berharap nanti jangan seperti itu lagi," ujar Rayana.

Sementara itu, pemerintah telah berjanji membantu PSSI mendatangkan pelatih yang terbaik bagi Tim Garuda. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan, kementeriannya akan memfasilitasi semua kebutuhan federasi nasional soal penunjukan kepelatihan nasional.

Imam menegaskan, janji perbantuan tersebut termasuk soal mekanisme pembiayaan dan lain-lain terkait pelatih yang ditunjuk PSSI. "Karena timnas ini kan untuk Merah Putih. Kalau sudah untuk Merah Putih, pemerintah tidak mungkin tidak mengambil peran," ujar dia di Bandung, Ahad (8/1) malam.

Menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu percaya, siapa pun yang ditunjuk PSSI sebagai pembesut timnas Garuda, merupakan pilihan terbaik. Meski ia mengakui, pernah diwacanakan agar PSSI mengontrak pelatih kaliber dunia, Guus Hiddink, untuk timnas. Namun, Imam legawa dengan pilihan PSSI. "Saya dengar Pak Ketua Umum PSSI (Edy Rahmayadi) sudah punya pilihan. Kita tunggu kejutan dari beliau. Yang pasti pemerintah mendukung. Kita semua harus mendukung," sambung dia.

Kongres Tahunan PSSI mengungkapkan, dua nama pelatih asing yang bakal didekati guna membesut timnas senior Indonesia dan U-23. Dua nama tersebut, yakni mantan pelatih Espanyol dan Real Betis, Luis Fernandez. Nama lainnya, Luis Milla Aspas, yang pernah membesut Real Zaragoza.

Selain sudah menemukan bakal pelatih yang melatih di timnas senior, PSSI juga mengantongi dua nama calon pelatih di timnas U-19. Di antaranya pelatih Bali United, Indra Sjafrie, dan mantan asisten pelatih timnas senior, Wolfgang Pikal. Sedangkan untuk timnas U-15, PSSI bakal memilih satu di antara dua pelatih, yaitu pelatih Celebes FC, Rudy Eka Priyambada, atau mantan pelatih timnas U-16, Fachry Husaini. rep: Febry Febrian, Bambang Noroyono, ed: Fitriyan Zamzami

Daftar Pelatih Asing Timnas Indonesia:

Choo Seng-quee
(Korea) 1951-1953

Toni Antun Pogacnik
(Yugoslavia) 1954-1964
Prestasi: Medali emas Asian Games 1958

Yusuf Balik
(Turki) 1971-1972

Wiel Coerver
(Belanda) 1975-1976

Frans van Balkom
(Belanda) 1978-1979

Marek Janota
(Polandia) 1979-1980

Bernd Fischer
(Jerman) 1980-1981

Anatoli Polosin
(Rusia) 1987-1991
Prestasi: Medali emas Sea Games 1991

Ivan Toplak
(Yugoslavia) 1991-1993

Romano Matte
(Italia) 1993-1995

Henk Wullems
(Belanda) 1996-1997
Prestasi: Medali perak Sea Games 1997

Bernard Schumm
(Jerman) 1999

Ivan Venkov Kolev
(Bulgaria) 2002-2004
Prestasi: Runner-up Piala Tiger 2002

Peter Withe
(Inggris)2004-2007
Prestasi: Runner-up Piala Tiger 2004

Ivan Venkov Kolev
(Bulgaria) 2007

Alfred Riedl
(Austria) 2010-2011
Prestasi: Runner-up Piala AFF 2010

Wim Rijsbergen
(Belanda) 2011

Luis Manuel Blanco
(Argentina) 2013

Jacksen F. Tiago
(Brasil) 2013

Alfred Riedl
(Austria) 2014

Pieter Huistra
(Belanda) 2015

Alfred Riedl
(Austria) 2016
Prestasi: Runner-up Piala AFF 2016

Source :
www.republika.co.id