Umat Jangan Takut Berpolitik

JAKARTA — Acara shalat Subuh berjamaah yang disertai Tabligh Akbar Politik Islam diisi dengan sejumlah petuah terkait perpolitikan oleh pemateri dan tokoh yang hadir. Mereka meminta umat Islam tak lagi menjauhi politik agar bisa memperbaiki kondisi bangsa.

Salah satu pembicara dalam tabligh akbar kemarin adalah pengasuh Pengajian Politik Islam, KH Cholil Ridwan. Ia mengatakan, diskusi politik di masjid bukanlah hal yang tabu. Karena Nabi Muhammad SAW sendiri membahas politik dan strategi politik di masjid. "Kita tidak perlu ragu dan takut bicara politik di masjid, seperti zaman penjajahan. Sekarang sudah merdeka masjid harus menjadi pusat strategi politik dan ekonomi sama seperti yang dilakukan Rasulullah," kata dia dalam sambutannya, Ahad (15/1).

Menurutnya, kejayaan umat Islam salah satunya ditentukan oleh masjid sebagai pusat kajian dan diskusi strategi politik Islam. Tujuannya agar lokomotif dakwah bagi umat Islam merebut kemenangan pemerintahan Islam. Momentumnya saat ini, kata Kiai Cholil, adalah gelaran pilkada di berbagai daerah, termasuk DKI Jakarta. "Jadi, kalau pilkada ingat strategi politik Islam," ujarnya.

Acara yang dimotori PPI dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) kemarin juga didatangi sejumlah tokoh politik. Di antaranya, calon gubernur DKI nomor urut tiga, Anies Baswedan, dan calon wakil gubernur DKI nomor satu, Sylviana Murni. Hadir pula mantan ketua MPR Amien Rais dan mantan ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva.

Tabligh Akbar Politik Islam kemarin mengambil tema "Berbeda dalam Madzhab, Bersatu dalam Politik." Kegiatan ketujuh yang dihadiri para tokoh politik ini membuat shalat Subuh berjamaah membeludak hingga luar masjid.

Dalam acara kemarin, Amien Rais juga mengingatkan umat Islam, khususnya di Jakarta, agar semangat kekuatan Islam yang muncul setelah dua aksi besar tahun lalu tidak padam atau melempem. Salah satu penguatnya adalah pengingat bahwa umat Islam di Jakarta tidak boleh kalah di Pilkada DKI pada 15 Februari mendatang.

Di Ibu Kota, lanjut Amien, semua warga Indonesia terwakili dan jadi semacam miniaturnya Indonesia. Terlebih, pemerintahan dan perekonomian berpusat di Jakarta. Karena itu, kata Amin Rais, orang yang ingin menaklukkan Indonesia akan habis-habisan meraih kepemimpinan jakarta.

Maka, ia meminta umat Islam di Indonesia agar cermat. Ikutilah para ulama yang menyerukan persatuan umat Islam. Ulama yang menyampaikan sesuatu yang hak, dan dengan yang benar itu mereka menegakkan keadilan. "Saya akan mengajak umat Islam sekali lagi untuk berani karena sekarang ada izzah yang datang ke Muslim Indonesia," ujarnya.

Sementara, Ketua MPR Zulkifli Hasan menghadiri shalat Subuh berjamaah yang dilaksanakan Pemprov Jawa Barat dan masyarakat Bandung, Ahad (15/1). Shalat Subuh berjamaah tersebut dilaksanakan di Pusat Da'wah Indonesia (Pusdai) Jawa Barat.

Ikut hadir pada acara tersebut, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, pengasuh Ponpes Daarut Tauhid Abdullah Gymnasiar, dan pengusaha nasional Syafii Antonio, serta ribuan umat Muslim dari Kota Bandung dan sekitarnya.

Melihat banyaknya anak muda yang ikut dan terlibat dalam kegiatan shalat Subuh berjamaah, Ketua MPR yakin Indonesia memiliki masa depan yang baik. Pada era keterbukaan sekarang ini, kata Ketua MPR, setiap orang berpeluang meraih cita-citanya. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kemajuan di segala bidang. Bergantung pada bagaimana mereka berusaha dan berjuang maraih cita-citanya.

Mereka yang gigih dan pantang menyerah memiliki peluang yang lebih besar dibanding yang gampang menyerah. "Nabi bersabda, nasib suatu kaum ditentukan oleh kaumnya sendiri," kata Zulkifli, Ahad (15/1). Ia kemudian mengajak para jamaah shalat Subuh, khususnya generasi muda, belajar secara sungguh-sungguh untuk mencapai cita-cita yang diharapkan. Tidak gampang menyerah dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT. rep: Amri Amrullah, Ali Mansur, ed: Fitriyan Zamzami

Source :
www.republika.co.id